Selasa, 10 Desember 2013

Barong & Keris Dance


Barong & Keris Dance

 

 

Barong & Keris Dance, terletak  di Celuk- Sukawati, Gianyar.


           
            Barong & Keris Dance merupakan obyek wisata kesenian yang terletak di desa celuk, Sukawati, Gianyar. Di tempat ini kita dapat menyaksikan tarian Barong yang di pertontonkan setiap harinya dari jam 9.30 – 10.30. pada wisata kali ini kami di ajak menyaksikan pertunjukkan TARI BARONG dan KERIS. 


            Tarian barong ini menggambarkan pertarungan antara “kebajikan” melawan “kebatilan” barong adalah makhluk mithologi melukiskan “kebajikan” dan rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan “kebatilan”. Diceritakan barong dan kera sedang berada dihutan yang lebat, kemudian dating tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera dan akhirnya berkelahi, dimana saat itu kera dapat memotong hidung salah seorang dari mereka.


            Babak berikutnya muncul dua orang penari dan mereka adalah pengikut-pengikut dari rangda sedang mencari pengikut-pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan menemui patihnya. Setelah beberapa saat, pengikut Dwi Kunti tiba. Salah seorang pengikut Rangda berubah menjadi setan (semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada prngikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunti.
            Selanjutnya muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa dan Dewi Kuni telah berjanji untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korbannya. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati untuk mengorbankan anaknya untuk dijadikan korban kepada Rangda. Tetapi setan (semacam rangda memasuki roh jahat kepadanya) yang menyebabkan dewi Kunti bisa marah dan berniat untuk mengorbankan anaknya serta memerintahkan patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan patih inipun tak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan ke dalam hutan dan mengikatnya di muka istana Sang Rangda.


            Setelah kejahatan Sang Rangda Merajalela, turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian kepada Sahadewa dan keabadian ini tidak diketahui oleh Rangde kemudian atanglah rangda, untuk mengoyak-koyak dan membunuh Sahadewa teteapi tidak dapat membunuhnya karena kekebalan yang dianugrahi oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sahadewa dan memohon untuk diselamatan agar dengan demmikian dia bisa masuk sorga. Permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan Sang Rangda mendapat Sorga.
            Kalika adalah seorang seorang pengikut rangda menghadap Sahadewa, penolakan ini menimbulkan perkelahian, dan Kalika berubah menjadi “BABI HUTAN “dan didalam pertarungan antara Sahadewa melawan “Babi hutan dan Sahadewa mendapat kemenangan kemudian Kalika (Babi hutan) ini berubah menjadi ’Rangda. Oleh karena sakitnya Rangda ini maka Sahadewa berubah rupa menjadi Barong. Karena sama sakitnya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi “kebajikan” melawan “kebatilan” kemudian muncullah pengikut-pengikut Barong masing-masing dengan kerisnya yang hendak menolong Barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanya pun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda

sumber :

·         Observasi langsung
·         Wawancara Narasumber
    



Tidak ada komentar:

Posting Komentar