Barong & Keris Dance
Barong & Keris Dance, terletak di Celuk- Sukawati, Gianyar.
Barong & Keris
Dance merupakan obyek
wisata kesenian yang terletak di desa celuk, Sukawati, Gianyar. Di tempat ini
kita dapat menyaksikan tarian Barong yang di pertontonkan setiap harinya dari
jam 9.30 – 10.30. pada wisata kali ini kami di ajak menyaksikan pertunjukkan TARI BARONG dan KERIS.
Tarian barong ini menggambarkan
pertarungan antara “kebajikan” melawan “kebatilan” barong adalah makhluk
mithologi melukiskan “kebajikan” dan rangda adalah yang maha dahsyat
menggambarkan “kebatilan”. Diceritakan barong dan kera sedang berada dihutan
yang lebat, kemudian dating tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang
membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera dan
akhirnya berkelahi, dimana saat itu kera dapat memotong hidung salah seorang
dari mereka.
Babak berikutnya muncul dua orang
penari dan mereka adalah pengikut-pengikut dari rangda sedang mencari
pengikut-pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan menemui patihnya.
Setelah beberapa saat, pengikut Dwi Kunti tiba. Salah seorang pengikut Rangda
berubah menjadi setan (semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada prngikut
Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui patih
dan bersama-sama menghadap Dewi Kunti.
Selanjutnya muncullah Dewi Kunti dan
anaknya Sahadewa dan Dewi Kuni telah berjanji untuk menyerahkan Sahadewa
sebagai korbannya. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati untuk mengorbankan
anaknya untuk dijadikan korban kepada Rangda. Tetapi setan (semacam rangda
memasuki roh jahat kepadanya) yang menyebabkan dewi Kunti bisa marah dan
berniat untuk mengorbankan anaknya serta memerintahkan patihnya untuk membuang
Sahadewa ke dalam hutan. Dan patih inipun tak luput dari kemasukkan roh jahat
oleh setan ke dalam hutan dan mengikatnya di muka istana Sang Rangda.
Setelah kejahatan Sang Rangda
Merajalela, turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian kepada Sahadewa dan
keabadian ini tidak diketahui oleh Rangde kemudian atanglah rangda, untuk
mengoyak-koyak dan membunuh Sahadewa teteapi tidak dapat membunuhnya karena
kekebalan yang dianugrahi oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sahadewa dan
memohon untuk diselamatan agar dengan demmikian dia bisa masuk sorga.
Permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan Sang Rangda mendapat Sorga.
Kalika adalah seorang seorang pengikut rangda menghadap
Sahadewa, penolakan ini menimbulkan perkelahian, dan Kalika berubah menjadi
“BABI HUTAN “dan didalam pertarungan antara Sahadewa melawan “Babi hutan dan
Sahadewa mendapat kemenangan kemudian Kalika (Babi hutan) ini berubah menjadi
’Rangda. Oleh karena sakitnya Rangda ini maka Sahadewa berubah rupa menjadi
Barong. Karena sama sakitnya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini
tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini
berlangsung terus abadi “kebajikan” melawan “kebatilan” kemudian muncullah
pengikut-pengikut Barong masing-masing dengan kerisnya yang hendak menolong
Barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanya pun tidak berhasil
melumpuhkan kesaktian Sang Rangda
sumber :
·
Observasi langsung
·
Wawancara Narasumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar